"KONI Kaltim: PSSI Pusat Ingin
Mengadu Domba"
KONI Kalimantan Timur
menganggap aneh keputusan
PSSI Pusat yang membekukan
kepengurusan PSSI Kaltim, karena
sebelumnya tidak ada laporan
terkait kesalahan Pengprov PSSI
Kaltim kepada KONI Kaltim yang
juga menaungi semua pengurus
olahraga di daerah.
Subhan mengaku terkejut dengan
keluarnya keputusan dari Ketua
Umum PSSI Djohar Arifin
mengenai aturan yang
dikeluarkannya.
"Apa yang dilakukan PSSI Pusat
sangat tidak prosedural karena
Ketua Umum Pengprov PSSI itu
dipilih anggotanya yang terdiri
dari Pengkot dan Pengkab PSSI di
Kaltim. Selain itu juga PSSI Kaltim
berada di bawah naungan KONI
Kaltim. Jadi kalau secara
mendadak digulingkan dengan
menunjuk orang lain sebagai
penggantinya, ini sangat tak
prosedural," ujarnya.
Dijelaskannya, kalau era dulu saat
PSSI Kaltim masih bernama
Komisaris Daerah (Komda),
keputusan bisa langsung
dikeluarkan PSSI karena Ketua
Komda di daerah ditunjuk PSSI
Pusat.
Namun saat ini hal tersebut tak
bisa dilakukan. Kalaupun ada
pembekuan pengurus atau
penunjukan carteker, harus ada
rekomendasi dari KONI Kaltim.
Berdasarkan laporan di bidang
organisasi KONI Kaltim, PSSI
Kaltim tak pernah melanggar
aturan, dibuktikan dengan tidak
pernah adanya laporan diterima
KONI Kaltim tentang kejanggalan
kepengurusan PSSI Kaltim di
bawah komando Achmad Amins.
Subhan menyayangkan
keputusan Djohar yang
sebenarnya sangat tahu aturan
organisasi olahraga seperti itu.
Sebab Djohar pernah menjabat
sebagai Sekjen KONI Pusat dan
juga Deputi di Menegpora.
Ia menilai ada indikasi keputusan
PSSI pusat itu untuk tujuan
memecah belah persepakbolaan
di Kaltim saat ini. Dengan
menunjuk Viktor Yuan sebagai
carteker, berarti akan ada dua
kubu berseberangan.
"Ini seperti taktik penjajah dulu
yakni mengadu domba, untuk
kepentingan tertentu tanpa
mempedulikan kondisi di daerah,
sungguh disayangkan," tegas
Subhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar