.SELAMAT DATANG DI WEB BLOG ROWADI™ .

Selasa, Januari 31, 2012

WAWANCARA JOHAR DENGAN DETIKSPORT

Wawancara Djohar Arifin dengan
Detiksport
BACA, LIKE & KOMEN
Jakarta - Ketua Umum PSSI, Djohar
Arifin Husin, menyempatkan diri
ke kantor detikcom untuk
menjawab beberapa pertanyaan.
Ia menjawab pertanyaan
detiksport tentang masa depan
kompetisi di Indonesia.
Djohar, dengan didampingi
beberapa pengurus PSSI,
menyempatkan diri untuk
berbincang-bincang dengan para
pembaca detikForum, Selasa
(31/1/2012) siang WIB. Ia
kemudian menjawab beberapa
pertanyaan singkat yang
diajukan oleh detikSport.
Pria yang juga pernah menjadi
wasit itu mengomentari
bagaimana dualisme kompetisi
merugikan semua pihak. Ia juga
memberikan pandangan menyoal
klub-klub potensial dari sisi bisnis
dan suporter yang bermain di
Indonesia Super League (ISL).
Berikut ini petikan wawancara
dengan orang nomor satu di PSSI
itu:
1} Apakah masyarakat akan
betah dengan adanya dua
kompetisi yang terjadi sekarang?
"Kita memang tidak menyukai
adanya dualisme ini. Kita juga
kasihan. Pemain jadi korban dari
permainan ini. Federasi sepakbola
Indonesia hanya satu: PSSI.
Semestinya mereka tahu, jadi
tidak boleh membuat kegiatan di
luar PSSI. Oleh karena itu,
kembalilah ke rumah, ini rumah
kita. Mari kita bangun bersama.
Mungkin ada kurang bagusnya,
mari kita perbaiki bersama.
Kurang bersih, mari kita
bersihkan bersama. Mungkin ada
yang bocor atapnya, mari kita
perbaiki.
"Oleh karena itu kita berharap
dualisme ini tidak
berkepanjangan karena semua
kita rugi. Paling rugi adalah
pemain karena mereka tidak akan
dapat apa-apa dari keributan ini,
malah kerugian, mereka tak bisa
jadi pemain (tim) nasional -- yang
ada di kompetisi luar. Barangkali
dia tak bisa bermain di negara
lain karena ketidakabsahan
kompetisi dan semuanya sangat
rugi. Dan bagi klub juga rugi,
karena mereka tidak
mendapatkan sponsor, karena
mereka bermain di luar kompetisi
yang resmi."
2] Faktanya, musim ini ada dua
kompetisi. Ke depan, katakanlah
setelah musim ini selesai, apa
rencana Anda supaya terkait
kompetisi ini?
"Kita semua ingin kembali ke
rumah oleh karena itu dialog,
negosiasi, tetap kita buka. Mari
kita pecahkan hal ini bersama.
Tidak ada masalah yang tidak
bisa dipecahkan. Apalagi kita ini
sesama satu Merah-Putih.
Semuanya bisa, tapi syaratnya
menuju sepakbola bersih.
3] Banyak klub yang memiliki
potensi sangat baik, termasuk
dari sisi bisnis/industri yang
bermain di ISL, bagaimana PSSI
akan merangkul mereka juga?
"Seperti yang saya katakan tadi,
klub-klub besar pun tidak
mendapatkan keuntungan dari
keributan ini. Mereka tahu
federasi yang resmi itu adalah
PSSI. Ya, jadi kembalilah ke PSSI.
Jangan bermain di luar federasi."
4] Terkait timnas, dengan wajah-
wajah baru saat ini, jika ini
sebuah proses, bagaimana Anda
meyakinkan masyarakat yang
sudah terlalu lama merindukan
sebuah prestasi?
"Pemain kita banyak. Jadi, tidak
harus terpaku pada nama-nama
yang sudah ada. Banyak sekali
dari klub-klub, dari daerah yang
selama ini belum punya
kesempatan. Jadi, kualitasnya
tidak kalah, cuma mereka belum
punya nama saja."

Tidak ada komentar: